Tampilkan postingan dengan label SUDUT PANDANG. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SUDUT PANDANG. Tampilkan semua postingan

Jumat, 30 November 2012

ARTI SEBUAH KEMENANGAN

Dulu, saya selalu bertanya pada diri sendiri "Apa gunanya menjadi penulis?"
Ya, siapalah saya dulu, menulis (sekalipun saya menyukainya) belum bisa menghasilkan apa2. Bahkan pernah suatu kali, saya bertemu redaktur sebuah harian daerah, mengantarkan tulisan-tulisan saya, sambutannya luar biasa.
"Kamu mau tulisanmu dimuat? Bisa nggak bawain cewek untuk saya?"

GUBRAKKKKKKKKKK...!!! Dikira saya ini germo kali. hahahaha... belum lagi, saya pernah memberikan sebuah disket berisi file novel saya. eh malah dihilangin. Pernah juga dimuat di media di Mataram, tapi no name, diminta penjelasan malah jawabannya aneh, "Bersyukurlah naskahmu dimuat dek. Daripada masuk tong sampah?!"

Tapi... justru itu yang membuat saya ingin 'membalas dendam' dengan terus berkarya. Media daerah? No! Saya lupakan. Saya mengejar media-media nasional berkelas untuk mengirim naskah-naskah saya. Dalam waktu tak beberapa lama majalah sastra Horison, Kompas, Annida, Ummi, langsung memuat karya-karya saya. Dan dalam waktu tak beberapa lama pula, saya didaulatkan untuk mewakili indonesia di beberapa ajang internasional.

wow.... ini luar biasa untuk anak desa seperti saya. mungkin inilah enaknya menjadi penulis, keliling gratis ke beberapa daerah di indonesia bahkan dibayar (untuk menjadi pembicara euy!), atau keliling beberapa negara Asia ketika saya mewakili Indonesia di ajang sastra asia tenggara.

Bahkan, tahukah anda? Beberapa laptop yang saya pakai, motor, Blacberry, semuanya merupakan hadiah dari lomba menulis yang saya ikuti. Barangkali itulah enaknya menjadi penulis. meskipun kenikmatan terbesar adalah ketika orang lain terinspirasi dengan tulisan kita

Malam inipun, alhamdulillah, saya mendapatkan sebuah Blacberry baru dari Joy Tea Sosro untuk sebuah kemenangan. Makasih banyak ya....
Sungguh, saya percaya, bahwa kita bisa mengejar mimpi-mimpi kita. Saat ini, saya masih mengejar banyak mimpi saya yang lainnya. Ayo kawan... kita kejar bersama mimpi-mimpi kita. Are you ready?!
***
Inilah Pemenang Utama Joy Tea Sosro " Succes Story Contest" yang akan mendapatkan 1 buah Samsung Galaxy Note dan 3 buah Handphone Blackberry :

Pemenang Hadiah "SAMSUNG GALAXY NOTE"

  • Vincensia Naibaho
Pemenang Hadiah "HANDPHONE BLACKBERRY"
  • Sandy Bella Marquarius
  • Akhi Dirman Al-Amin II
  • Ruspitaningrum
♥ Selamat kepada para pemenang utama ♥

Para pemenang utama dimohon untuk mengkonfirmasikan data diri berupa :
Nama, Tempat tanggal lahir, Alamat, No.telephone/Hp, Email , Scan/fotoKTP dan No. NPWP
dikirimkan ke email : sosrojoygreentea@gmail.com selambat-lambatnya 3 hari setelah pengumuman pemenang.
Hadiah akan dikirimkan setalh data diterima lengkap oleh Joy Tea Sosro.

Terimakasih
Joy Tea Sosro

Selasa, 14 Februari 2012

UNTUKMU YANG GALAU KARENA CINTA



“Mengapa cinta begitu dekat dengan galau?” tanya seorang remaja kepadaku.

Bagiku sendiri, cinta adalah sesuatu yang universal. Tak melulu merupakan sebuah hubungan yang terjalin antara seorang lelaki dengan seorang perempuan semata. Tapi cinta mempunyai makna yang lebih luas, seluas ketika kita memandang sebuah kehidupan.

Selasa, 19 Juli 2011

RINDU

Kalian tau gk sih makna rindu? Pernah dong merasakan rindu banget ma seseorang; entah dia itu sahabat, saudara, teman atau mungkin semua kenangan yang datang begitu tiba-tiba.

Dan lelaki itu duduk sendirian di bangku taman, entah apa yang dia tunggu. Aku mencoba menerka-nerka gejolak di matanya. Tapi aku tak menemukan apa-apa.

Rabu, 22 September 2010

KABAR DUKA DARI LANGIT (a tribute for alhm Wisnu)

Hariku tiba-tiba kelabu. Terasa kelam. Mata memanas dan ribuan do’a dan pinta mengalir ke langit.



Benarkah ini, Rabb…?!



Wisnu?



Ya, semalam aku mendengar kabar itu dari komen-komen di catatan seorang teman. Langsung saja, dengan gemetar, kutulis WISNU di kotak pencarian. Dan sebuah nama berhasil ditemukan oleh Facebook; Wisnu Wissanggeni Aditya!

Malam itu, aku tiba-tiba insomnia akut. Dengan mata memanas kutulis status dan mentag wisnu,



    Masihkah kata maaf bisa terukir? Kemarin kita masih saling menyapa di chat   

    Selamat jalan adekku, sahabat mayaku Wisnu Wissanggeni Aditya....

    Semoga engkau tenang di sana, dek......

         dengan sepenuh do'a dan kasih sayang

         Akhi Dirman Al-Amin T_T




Selasa, 31 Agustus 2010

SEBUAH CERITA TENTANGMU


Izinkan aku menceritakan tentangmu di lembaran maya ini. Mungkin engkau tak akan menyukai ini… tapi percayalah, aku hanya ingin menceritakan betapa indahnya persaudaraan kita…

Echal, begitu kami menyapamu, hanyalah anak SMA biasa. Kelas tiga sebuah SMK di Kabupaten Dompu.

Kamu masih ingat tidak?
Kita pertama kali berkenalan  di Bobo Net, Tegal Sari Rato Sila.  Saat itu, Engkau ingin membuat account Facebook, maka akupun membantumu  begitu saja.

Namun, dalam pertemuan yang pendek itu dan perkenalan yang tak seberapa penting itu, aku menemukan banyak hal. Tentang bagaimana ukhuwan itu mengikat hati.

Pada suatu malam yang kelabu (jiee……), aku mengalami peristiwa nahas. Motorku dipinjam oleh muridku dan dia menabrak sapi malam itu, yang menyebabkan motorku rusak parah. Membayangkan ayah yang pasti akan marah besar jika aku pulang dengan motor yang rusak parah seperti itu, membuatku sedikit kalut.

Sejujurnya, aku berasal dari keluarga yang tidak kaya, jadi aku bisa memaklumi jika ayah marah apabila motor itu rusak. Kadang juga aku berpikir buruk, kenapa ‘kenapa harus motor sih yang rusak? Kalo aku yang keadaannya parah mungkin ayah tak akan begitu perduli’. Hihihihi…

Sabtu, 28 Agustus 2010

SURAT BUAT 'R'


Dalam dekapan ukhuwah, kita mengambil cinta dari langit. Lalu menebarkannya di bumi. Sungguh di surga, menara-menara cahaya menjulang untuk hati yang saling mencinta.


Mari membangunnya dari sini, dalam dekapan ukhuwah. Jadilah ia persaudaraan kita; sebening prasangka, sepeka nurani, sehangat semangat, senikmat berbagi, d...an sekokoh janji. Selamat datang dalam dekapan ukhuwah, Aku mencintai kalian karena Allah

(Salim A. Fillah, Dalam dekapan Ukhuwah).

***
Setiap kali mengeja namamu di dunia maya, entah mengapa, ada banyak kata yang kusiapkan untuk melukiskan namamu. Namun selalu saja, kata – kata itu seolah menguap menjadi entah apa. Barangkali seumpama embun yang terpanggang cahaya.

Ya, kita hanya bertemu di dunia maya saja. Entah bagaimana ukhuwah itu tercipta. Apakah dia turun begitu saja dari langit, dan kau menangkapnya dengan uluran yang sempurna?


Sahabatku ‘R’…


Senin, 23 Agustus 2010

TEKNOLOGI DI TANGANMU


Siswi SMP Negeri 1 Rajadesa, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat dilaporkan kabur dibawa pacarnya yang dikenal di jejaring sosial Facebook.
Kapolres Ciamis AKBP Agus Santoso kepada wartawan mengatakan, korban hilang adalah Nunung Nurhayati (15), siswi kelas 3 SMP warga Kubangsari, Desa Sirnabaya, Kecamatan Rajadesa.
"Dari laporan keluarganya, dia kabur dari sekolahnya dibawa oleh pacarnya yang kenal di facebook," kata Agus. (www.inilah.com)

* * *
Tri Nurhayati (20) atau yang lebih dikenal akrab dipanggilan Nung diduga kuat dilarikan oleh teman facebook-nya.

Nung yang sehari-hari bekerja sebagai penjaga warnet “Indonet” di Jalan Wahid Hasyim ini, diduga kuat dilarikan oleh teman facebook-nya pada Selasa 9 Februari lalu usai jam kerja. (www.okezone.com)
* * *

Dua contoh kasus di atas sempat mencuat mengisi pemberitaan televisi maupun surat kabar dan tentu saja membuat resah masyarakat kita. Sejumlah remaja hilang atau bahkan dibunuh karena berhubungan dengan orang "asing" di dunia maya via jejaring social bernama facebook. Media yang disebut-sebut sebagai situs jejaring sosial pun kini seolah berubah menjelma situs jerat sosial.

Ini adalah salah satu dampak dari penggunaan internet yang semakin mewabah bahkan sampai di daerah – daerah terpencil.

Ya, internet yang pada awalnya menjadi ‘layanan mahal’ yang hanya bisa diakses oleh kalangan tertentu saja, sekarang seolah menjadi salah satu kebutuhan yang menjadi bagian dari gaya hidup modern.

Saya masih teringat beberapa tahun yang lalu, di kota Saya, Bima NTB, warnet adalah sesuatu yang sangat sulit ditemui dan cukup mahal (pernah sampai 20.000/jam).

Minggu, 22 Agustus 2010

BUNDA, SERIBU CINTA YANG TERUS MENGALIR


CATATAN WAKTU SD

Malam telah jauh bertahta
Namun mengapa tangan keriputmu
Masih tegar menadah embun
Diantara daun yang terpekur?
Sepipun meruncing,
"Tak sebutir embun pun kudapatkan," katamu.
Bersenandung bersama malam
Getir.

Tak kuasa kulawan airmataku, Bunda
Ketika engkau menangis dalam do'amu
"Tuhan...
Berikan hamba sebutir embun esok hari
Tuk pelepas dahaga anakku."


Itu adalah salah satu puisiku yang kutulis khusus untuk bundaku. Seorang wanita yang setiap subuh harus bangun untuk memulai harinya dengan menjual daging ke pasar. Aku sangat menyayanginya. Dalam keadaan sakit sekalipun, ia tetap akan berjualan.

Suatu hari, ketika aku ke pasar untuk meminta uang jajan padanya, aku dikejutnya oleh banyaknya orang yang berteriak panik di pasar tempat bundaku berjualan. Aku berteriak histeris ketika mendapati seorang perempuan yang pingsan di sana.

“Ambilkan air gula...!!!”

Aku mendengar orang – orang berteriak panik. Akupun panik setengah mati. Wanita itu... wanita yang pingsan itu bundaku. Aku sangat menyayanginya. Ketika subuh masih begitu belia, ia telah ada di pasar ini untuk kami.

“Bunda...”

Aku gigit bibirku agar aku tak menangis. Bagaimanapun aku seorang lelaki, lelaki kecil. Aku tak ingin menangis di tengah umum seperti ini.

“Bunda....”

Akhirnya, bunda dibawa ke rumah. Aku tak kuasa menahan duka melihat wajahnya yang damai terbaring di atas ranjang.

“Bunda...”

Perlahan, matanya terbuka. Ia menatap wajahku seolah hendak berkata; bunda tidak apa-apa, nak...

Sejak itu, aku berikrar dalam hatiku untuk selalu membahagiakannya. Jika aku sudah besar nanti, Bunda... aku akan menjadi anak yang akan selalu kau banggakan... aku berjanji, Bunda...

***
CATATAN SMP

Aku hanyalah anak kecil. Umurku baru dua belas tahun dan tak mengerti bagaimana susahnya orang tua mencari uang untukku. Mungkin aku adalah anak kecil yang durhaka seperti Maling Kundang.

Tapi aku tak perduli. Dan aku tak pernah menyesali itu.


Rabu, 11 Agustus 2010

KEHILANGAN ORANG - ORANG TERCINTA


Saya selalu menyimpan getar yang sama ketika berbicara tentang perpisahan ; tangis yang tertahan, seribu duka yang menjelma dan seoalh tak perduli, cinta yang entah sampai kapan akan terus menjadi kenangan yang dieja dengan tawa atau mungkin setitik kesedihan.

Baru semalam aku menulis status kaya gini ; "Menghapus satu per satu sms yang mencapai 1000. Jadi terhenyak.... masih tersimpan beberapa sms ucapan selamat menjalani Ramadhan tahun lalu.
Ah... rasanya baru kemarin...
Terdiam mengeja 5 kata yang tak mungkin kembali; W-A-K-TU...!


ya... WAKTU!

Tiba - tiba kenangan ramadhan tahun lalu seolah bernyanyi di sini, di kedalaman ruang kenangan.
Ramadhan tahun lalu nenek kami masih bersama kami menyulam tawa...
Ramadhan tahun lalu, bibi Nur (adik ibuku) masih juga bersama kami menyulam waktu...

kali ini?!
Semuanya berlalu oleh waktu...
Bukan untuk sebuah kesedihan jika aku terus memandangi cermin, cermin diri. Memandangnya seolah melihat banyak waktuku yang berlalu dalam sia-sia. Astagfirullah....

Kubuka blog-ku yang sederhana. Aku temukan banyak puisi yang mencatat rekam jejak perasaanku (dulu aku memposting menggunakan Hp).


PADAHAL MASIH INGIN KUDENGAR TUTURMU


padahal masih ingin kudengar tuturmu
menguntai turun menyapaku
sebagai butiran mutiara atau mungkin sebongkah salju
menyapa gersang jiwaku

Sabtu, 05 Juni 2010

20 Nominasi Pemenang Penilaian Kualitatif Words Share Contest Inspirational Public Figure


Alhamdulillah. Dapat kabar gembira dari group yag saya ikuti di facebook; AKU BISA!
beberapa waktu yang lalu, saya mengikuti kontes tentang orang2 yang menginspirasi hidup kita. saya menulis tentang Helvy Tiana Rosa dan Thomas Alfa Edison. Alhamdulillah... tulisan saya tentang Helvy Tiana Rosa melenggang ke 20 besar. InsyaAllah pemenag dari lomba ini akan mendapat hadiah sebuha laptop dan akan diumumkan tanggal 7 nanti. doakan moga saya menang. kontes ini diikuti oleh hampir 500 peserta dari Indonesia maupun luar negeri. ini dia pengumuman lengkapnya


20 Nominasi Pemenang Penilaian Kualitatif Words Share Contest Inspirational Public Figure


Setelah melalui perundingan yang panjang.. Akhirnya juri WSC sudah mendapatkan 20 Nominasi Words Share Contest Inspirational Public Figure..

Siapa saja mereka??

Berikut ini kami tampilkan nama-nama 20 Nominasi Pemenang WSC Inspirational Public Figure(disusun berdasarkan abjad dan bukan berdasarkan urutan penilaian)


1. Akhi Dirman Al - Amin - Helvy Tiana Rosa
2. Cindy Wijaya - Nicholas James Vujicic
3. Claudia Clara Sandy Christianti - Bunda Theresa
4. Den Bagoes - Kh. Abdurrahman Wahid
5. Diah Utami Lestari - Eko Ramaditya Adikara
6. Dior Bintang - Budi Suhardi
7. Frencia Ursuline - Bill Gates
8. Istiawan Ismail - Mahmud S.Pd
9. Karina Adistia - Donald John Trump
10. Lia Zuhriansyah - Jenderal Sudirman
11. Megatala Hari Moekti - Butet Manurung
12. Puji Hastuti - Hellen Keller
13. Qonita Musa - Victor Frankl
14. Sukimah Yono - He Ah Lee
15. Randi Eka Yonida - Rosiana Silalahi
16. Randie A Ramlie - Mahatma Gandhi
17. Rudy Dwi Kurniawan - Oprah Winfrey
18. Tivani Oscar - Thomas Alfa Edison
19. Viona Patricia - Budhi Dharmo
20. Yanuar Ridho - Mahmud Ahmadinejad

ini dia naskahku yang lolos



WSC Inspirational Public Figure: Helvy Tiana Rosa (Akhi Dirman Al-Amin)

Words Share Contest Inspirational Public Figure

Pengirim: Akhi Dirman Al-Amin


Matahari tak pernah berjanji

Untuk menyapa pagimu
Dan meninggalkan kau dalam suram senja
Hanya abdi tulus
Tanpa harap setitik balas
Sebab matahari tak pernah ingkar
Akan suci takdir

(Janji Matahari – Akhi Dirman Al-Amin)

***


Apakah yang saya tahu tentang Helvy?!


Dulu, ketika pertama kali ‘berkenalan’ dengan Annida, membaca tulisan – tulisannya adalah sebuah energi tersendiri bagi saya. Saya seolah musafir yang menemukan oase di tengah padang tandus.

Karena itulah, saya selalu ‘memburu’ buku-bukunya dan membayangkan, bahwa suatu saat, sayapun akan bisa menulis sebagus itu, sebagai jalan dakwah saya.

Helvy Tiana Rosa adalah penulis wanita Indonesia kelahiran Medan, 2 April 1970. Dia merupakan pendiri dan Ketua Umum Forum Lingkar Pena/FLP (1997/2005). Berangkat dari forum kepenulisan inilah pamornya di kancah sastra semakin bertambah dan merambah ke berbagai pelosok bumi pertiwi juga di berbagai mancanegara. Karena kegiatan ini The Straits Times dan Koran Tempo menyebutnya sebagai Lokomotif Penulis Muda Indonesia (2003). Bersama teman-temannya di FLP, ia mendirikan dan mengelolah Rumah Cahaya (Rumah BaCA HAsilkan KarYA) yang tersebar di berbagai kota di indonesia. Ia juga merupakan mantan Redaktur dan Pemimpin Redaksi Majalah Annida (1991-2001) serta mendirikan Teater Bening, sebuah teater kampus di FSUI yang seluruh anggotanya adalah perempuan. Istri Tomi Satryatomo serta Ibu Abdurrahman Faiz dan Nadya Paramitha ini termasuk anggota Mejelis Sastra Asia Tenggara (Mastera) dan kini dipercayai sebagai Wakil Ketua Persatuan Sastrawan Muslim Sedunia (The International Legue of Islamic Literature) untuk Wilayah Indonesia.

Dalam kegiatan kepenulisan, Helvy Tiana Rosa sering diundang dalam berbagai forum sastra dan budaya di dalam dan luar negeri, seperti Malaysia, Singapura, Brunei, Thailand, Hong Kong, Jepang, Mesir hingga Amerika Serikat.

Dan Menurut survey Metro TV 2009, ia merupakan salah satu dari 10 Perempuan Penulis paling terkenal dan merupakan satu dari 15 Tokoh Muslim Indonesia yang terpilih sebagai 500 Muslim Paling Berpengaruh di dunia (Hasil penelitian The Royal Islamic Strategic Studies Centre, Jordan, bekerjasama dengan Georgetown University,2009). Helvy Tiana Rosa (atau yang biasa dipanggil Mbak Helvy atau HTR) telah menulis lebih kurang 40-an buku yang tidak hanya diminati di negeri sendiri, namun juga beberapa karyanya telah diterjemahkan ke dalam berbagai macam bahasa di antaranya, Inggris, Arab, Jepang, Swedia, Jerman dan Prancis.

Ia pernah memenangkan berbagai perlombaan menulis tingkat nasional, termasuk sebuah lomba essay berhadiah Rp. 100 juta (2007). Namun menurutnya, yang paling berkesan adalah ketika puisinya ‘Fisabilillah” menjadi juara lomba Cipta Puisi Yayasan Iqra, tingkat Nasional (1992), dengan HB Jassin sebagai ketua Dewan Juri. “Jaring – jaring Merah” terpilih menjadi salah satu cerpen terbaik Majalah Sastra Horison dalam satu dekade (1990-2000). Lelaki Kabut dan Boneka mendapat Pena Award sebagai kumpulan Cerpen terpuji, terakhir BUKAVU menjadi salah satu nominasi di ajang Khatulistiwa Literary Award.

Abdurrahman Faiz, putranya, adalah penulis muda yang cukup potensial yang dimiliki Indonesia dengan berbagai prestasi dan karya yang luar biasa. Sedari kecil (8 tahun), Faiz telah menulis buku kumpulan puisi yang diakui kualitasnya oleh sastrawan Indonesia sekaliber Taufik Ismail. Juga meraih penghargaan di beberapa ajang buku bergengsi di tanah air. Tentu saja ini tak lepas dari pengaruh Helvy Tiana Rosa dalam mendidik anak-anaknya.

Helvy memiliki ketertarikan luar biasa menulis tentang tragedi – tragedi kemanusiaan, bahkan tak jarang tulisannya membutuhkan ancang – ancang penelitian.

Dalam bukunya Segenggam Gumam (Asy Syaamil, 2003) Helvy bertutur bahwa dua tema yang mewarnai hampir semua tulisannya adalah tema kecintaan pada Illahi dan perjuangan kaum tertindas.

Mengapa?!

”Bagi saya, menulis adalah refleksi dari amar makruf nahi mungkar. Dalam hal ini saya berusaha mengajak pembaca merenungi kembali hakikat diri sebagai hamba Illahi. Selain itu, saya ingin menginformasikan sekaligus menggungah kepedulian pembaca tentang pelanggaran hak – hak asasi manusia di dunia pada umumnya dan di Indonesia khususnya.”


Apakah yang saya ingat tentang Helvy?


Saya teringat ketika pertama kali Helvy menulis kata. Berbagai penerbit menolak karyanya, karena Sastra Islami yang diusungnya dianggap sebagai produk yang kurang laku di pasaran.

Namun sejarah memang selalu membuktikan, bahwa perjuangan tanpa henti dan keyakinan berjalan di jalan kebenaran adalah sebuah tekad yang tak layak untuk mati muda! Bahkan sebuah kumpulan cerpennya yang dimuat di berbagai majalah diplagiat habis – habisan oleh Ahmad Faris Muda, M.A (kini doktor dan dosen di Universitas Malaya, Malaysia). Apakah semua itu membuat Helvy jatuh dalam jurang keputus asaan? Kita bisa melihatnya bukan?!

Kegigihan mengkampanyekan sastra yang menginspirasi adalah satu hal positif yang juga bisa diteladani dari seorang Helvy dan juga barisan penulis muda Forum Lingkar Pena yang didirikannya. Tentu saja, sastra sangat berpengaruh dalam membentuk peradaban bangsa. Namun, yang aneh, ada banyak sekali penulis Indonesia dan juga dunia yang kurang memahami hal ini. Maka lahirlah genre “sastra kelamin” dan sejenisnya yang, menurut saya, tidak memberikan apa – apa bagi pembacanya, selain pikiran – pikiran negatif, apalagi kalau dibaca anak – anak dibawah umur. Mengutip Vaclav Havel, Seorang penulis harus hidup dalam kebenaran, selamanya!

Lewat Forum Lingkar Pena (FLP), Helvy, yang saat ini adalah Dosen Bahasa dan sastra Indnesia di fakultas Bahasa dan Seni Universitas Jakarta ini, juga menggagas Antologi Kasih, sebuah program menulis karya secara ‘keroyokan’ di FLP yang seluruh royaltinya digunakan untuk kemanusiaan. Diantaranya, antologi kasih pernah dibuat untuk korban Tsunami, Palestina dan lain sebagainya.
Melalui sosok Helvy Tiana Rosa yang pernah mendapatkan penghargaan sebagai Tokoh Perbukuan IBF Award IKAPI (2006), Perempuan Indonesia Berprestasi versi Tabloid Nova (2004), UMMI Award (2004) dan Ikon Perempuan Indonesia versi majalah GATRA (2007) ini, perempuan Indonesia bisa belajar, bahwa ada banyak hal yang bisa dilakukan perempuan Indonesia untuk meraih impiannya dan berjuang dengan apapun yang mereka miliki, tentu saja tanpa mengesampingkan urusan keluarga yang tetap saja haruslah menjadi prioritas utama.


Apakah yang paling saya ingat tentang Helvy?

Ketika Mas Gagah Pergi(KMGP) adalah salah satu bukunya yang cukup populer dan sangat inspiratif. Membaca buku itu, membangkitkan semangat saya untuk menjadi lebih baik dari hari ke hari. Adik – adik sayapun saya ‘paksa’ untuk membaca buku itu. Alhamdulillah merekapun menangkap ibroh buku itu. Buku itu entah berapa puluh kali berpindah tangan, dipinjam oleh teman – teman saya. Sampai akhirnya buku itu hilang tak tentu rimba di tangan seorang peminjam. Mas Gagah menghilang di rak buku saya, tapi kenangan tentangnya membekas begitu kuat dalam hati saya.

Sejak itu pula, saya mulai menulis. Jika sebelumnya, saya punya ratusan koleksi puisi cinta picisan, membaca buku itu membuat saya ingin menulis hal – hal yang lebih berguna. Maka sayapun menulis. Terus menulis tanpa kenal lelah. Orang – orang Annida, saya rasa, pasti sangat bosan menerima kiriman cerpen dan puisi yang saya ketik dengan susah payah dengan mesin ketik tua milik paman saya. Jari-jariku sampai kebal karena seringnya ‘bertarung’ dengan tuts mesin tua itu untuk menghasilkan karya. Saking bosannya (atau kasihan, hehehe) akhirnya, tulisan pertama saya dimuat di Annida, Epik Di Bawah Redup Rembulan Merah. Selanjutnya berbagai karya lain mengalir seperti air. Bukan hanya di Annida, tapi juga Sabilli, Al-Izzah, Deep Smile File (sudah tidak terbit), bahkan Horison!!!
Sampai kemudian, karena begitu mencintai dunia menulis, saya berkeinginan membangun jaringan Lingkar Pena di kota saya. Dengan perjuangan yang lumayan melelahkan, berkat bantuan Mbak Helvy, keinginan itupun terwujud.

Tahun 2005, FLP mengadakan Musyawarah Nasional (Munas) I. Saya menyiapkan diri untuk mengikuti acara itu, agar saya lebih mengetahui ‘luar dalamnya’ FLP.


Apakah yang paling saya ingat tentang Helvy?!

Alhamdulillah, saat menjelang Munas, buku pertama saya yang berupa Kumpulan Cerpen Negeri Airmata terbit. Mbak Helvy mengsms saya saat itu ‘Semoga buku ini menjadi langkah awal lahirnya buku-buku bermutu lainnya di masa mendatang’. Kata – kata yang memberikan inspirasi dan motifasi saya dalam berkarya. Kata itupun dicetak di buku perdana saya.

Akhirnya, tiba juga saya di acara Munas; Yogyakarta. Karena kurang biaya, saya melalui perjalanan darat yang lumayan melelahkan. Tapi, membayangkan bahwa saya akan bertemu seorang Helvy Tiana Rosa dan juga penulis – penulis lainnya, membuat semangat saya seolah jerami bertemu api.

Sekalipun cukup lelah, begitu sampai di ruang Munas, saking semangatnya, saya tidak mau istirahat. Rasanya rugi tidak mengikuti semua kegiatan dengan baik. Sayapun berakraban dengan teman – teman baru saya; Agus Makasar, Furqon Solo dan beberapa teman dari Samarinda.

Sampai akhirnya, dia ada di belakang saya. Seperti seorang artis dalam jumpa fans dengan penggemarnya yang saya tonton di televisi. Memberikan surprise. Helvy Tiana Rosa. Ia menghampiri saya, membawakan saya makanan kecil dan juga segelas air minum.
Itu adalah pertama kali saya bertemu dengannya. Dan ia telah mengajarkan pelajar pertama untuk saya; Dirman..., jika kau telah ‘besar’, janganlah tinggi hati. Tetaplah mencintai dan rendah hati pada orang – orang sekitarmu. Hehehe...

Saya seolah dihipnotis.

“Saya bawakan mbak buku saya. Ada di tas saya, saya ambilkan sekarang?!” Ujar saya semangat, seperti anak TK yang ingin menunjukkan pada gurunya sebuah gambar cakar ayam yang baru dihasilkannya.

“Nggak usah, dek. Nanti saja. Jika kamu lelah, istirahat saja dulu.”

Itulah perjumpaan pertama saya dengannya. Membekas dan tak lekang dalam ingatan.


Apakah yang paling saya ingat tentang Helvy?!

Detik- detik menjelang Munas berakhir, ia memberikan saya dua buah bukunya. Untuk adikku Dirman; menulis adalah berjuang..., tulisnya di halaman buku itu.

“Ingat. Hati – hati dengan penumpang bus. Jangan terlalu percaya pada orang yang baru kamu kenal dalam bus. Bunda pernah dihipnotis sampai barang – barang Bunda banyak yang hilang. Kamu yang hati – hati ya.” Pesannya.

Itulah Helvy!

“Kamu masih punya ongkos pulang, bukan?!” tanyanya.

“InsyaAllah cukup, mbak.”

“Mbak tambahkan sedikit ya...”

Ia menyelipkan uang itu di buku saya, yang saya terima.... dengan senang hati. Hahaha... (malu!)
Sejak itu, saya bukan hanya belajar untuk menulis dengan baik, tapi juga untuk menjadi pribadi yang lebih baik, yang lebih cinta.

Tahun 2006, mbak HTR-lah yang repot-repot mengsms saya. Memberikan dorongan agar saya mau mengikuti seleksi untuk mengikuti MASTERA (Majelis sastra Asia Tengara). Sampai akhirnya, alhamdulillah, saya diutus untuk mengikuti Mastera; Novel, mewakili Indonesia. Sebuah pengalaman luar biasa dalam karier kepenulisan saya.

Maka, tidak berlebihan jika saya bilang; Helvy Tiana Rosa itu cinta berjalan. Yang selalu menebarkan cinta pada semesta. Karena itu, tidak berlebihan jika Abdurahman Faiz mencintainya seperti syurga.* Ya, karena akupun mencintainya, juga seperti aku mencintai syurga.(adym)


Revisi, 16 April 2010


* Sepenggal puisi Abdurahman Faiz.
* Gambar adalah editan saya dari foto di fb Helvy Tiana Rosa



Bahan Bacaan dan sumber :


1. Buku Segenggam Gumam karya Helvy Tiana Rosa, Asy Syaamil, Bandung, 2003

2. Permen – permen Cinta Untukmu, Abdurrahman Faiz, MIZAN, Bandung, 2006

3. http://www.facebook.com/?sk=ru#!/note.php?note_id=299879749412

4. http://akhidirman.multiply.com/journal/item/9/HELVY_ITU_CINTA